(Share seorang rekan seperjalanan, forward dari teman via whatsapp)

Sebuah perahu dibuat untuk berlayar di lautan dan bukan hanya berlabuh diam di dermaga. Demikian juga manusia, ia tercipta untuk mengarungi kehidupan dan bukan berdiam dan menunggu hidup ini berakhir.

Di dalam mengarungi kehidupan, akan banyak ombak dan mungkin badai menerjang, tetapi itulah seni dari kehidupan. Teruslah kembangkan layar dan nikmati perjalanan hingga sampai ke tujuan.

Jangan takut jatuh, karam dan salah arah karena setiap kesalahan yang pernah dilakukan adalah bagian dari proses pembentukan kepribadian. Jangan menyesali kesalahan tetapi jadikan itu sebuah pelajaran.

Mendung bukan untuk membuat kegelapan, tetapi untuk memberi kabar gembira akan sejuknya air hujan yang akan turun.

Luka bukan hanya semata untuk membuat kita tersiksa tetapi agar kita tersadar, bahwa kita hanyalah “Manusia Biasa”

Genggamlah KEYAKINAN jangan pernah dilepaskan. Indahnya kehidupan bukan terletak dari banyaknya kesenangan, tetapi pada banyaknya rasa syukur yang kita rasakan.

KETIKA aku ingin hidup KAYA, aku lupa bahwa HIDUP adalah sebuah KEKAYAAN.

KETIKA aku takut MEMBERI, aku lupa bahwa semua yang aku miliki adalah PEMBERIAN

KETIKA aku takut RUGI, aku lupa bahwa hidupku adalah sebuah KEBERUNTUNGAN, karena bisa terlahir sebagai manusia.

Ternyata hidup ini sangat indah, jika kita tahu dan selalu bersyukur dengan apa yang sudah ada.

Dengan bersyukur, maka KEBAHAGIAAN MENJADI MILIK KITA SEUTUHNYA.

—————————————————-

Buli saat ini sedang mengalami guncangan hebat diakibatkan “cuaca” yang gak bersahabat. Tahun Politik. UU Minerba. Membuat slow down perekonomian Buli saat ini. Eksodus besar-besaran karena penutupan perusahaan tambang. Selama tidak ada Smelter, maka perputaran ekonomi pasti lumpuh.

So, syukuri aja apa yang ada. Semua juga akan berlalu. Selalu ada pelangi sehabis hujan.. 🙂

Advertisements