Lawor si Cacing Dracula


Mungkin anda belum pernah dengar atau sudah pernah dengar bahwa cacing laut bisa di makan. Benar. Rasa nya enak, dengan rasa asin dan manis yang terpadu sempurna oleh rasa cacing laut itu sendiri. Di Buli,  biasanya di masak dengan dua cara, yaitu rebus dan di asapi. Apalagi ditambah dengan “dabu-dabu” lemon, mmmm…. lezaaat nya. Inilah salah satu makanan khas orang di sini selain sabeta. Well… dibahas kemudian yang satu ini. 🙂

Lawor

Lawor Setelah di Masak

Laor ini keluar hanya sekali dalam setahun, biasanya di bulan Mei. Saat itu biasanya hujan dan badai lumayan  sering. Menurut mereka, bahwa itu tanda laor nya mau keluar. Untuk menyambut nya, masyarakat setempat sering membuat pesta rakyat selama 2-3 hari sambil menanti keluarnya laor ini. Saat hari H, subuh, adalah saat yang tepat untuk mengambilnya. Karena laor ini tidak bisa kena cahaya matahari. Dia segera mencair. Itulah sebabnya saya menyebut cacing drakula 🙂

Laor

Laor Sebelum di Olah

Kalau anda penasaran dengan rasanya, dan berani mencoba kuliner setempat. Datanglah di bulan Mei, mudah-mudahan masih tersedia di pasar. Inilah salah satu makanan eksotik orang Buli. Laor itu sendiri terdapat di desa Sosolat. Sekitar 3-4 Jam dari Buli dengan kapal kayu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s