Banyak dari kita yang pernah kerja di Buli, pasti lagi bertanya-tanya kapan tambang nikel normal kembali? Beberapa dari kita mungkin juga sedang mencari pekerjaan di tambang nikel.  Dan hampir pasti sebagian besar banyak yang berharap kapan perputaran ekonomi di Buli pulih seperti sedia kala. Karena Antam sendiri juga sedang slow down, belakangan ini.

Jika anda penasaran dengan apa yang terjadi di Buli, mari kita lihat isu berkembang saat ini di Buli. Bagaimana dengan visi misi calon presiden terkait hilirisasi mineral tambang? 😀

Menunggu hasil PILPRES untuk renegosiasi atau loby kembali mengenai ekspor Nikel untuk perusahaan yang serius membangun SMELTER. Tadinya kita berharap banyak lewat Calon Presiden Prabowo dan Jokowi, Soal hilirisasi mineral tambang, kedua pasangan calon pemimpin berjanji akan mendorong program pengolahan mineral mentah di dalam negeri. Tujuannya, untuk meningkatkan nilai tambah dari komoditas pertambangan tersebut. Artinya mereka tetap melanjutkan Program dari SBY.

Sekedar menyegarkan ingatan, berdasarkan UU No. 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara, pemerintah melarang ekspor mineral mentah mulai 12 Januari 2014. Jika ingin tetap menjual ke luar negeri maka penambang akan kena bea keluar progresif 20% hingga 60% secara bertahap sampai tahun 2016. “Selain itu harga nikel pasaran internasional juga terkoreksi lambat. Dengan harga yang sekarang, hanya bisa menutupi biaya operasional. Itupun sangat tipis”, menurut sumber internal Antam. “Tahun ini unit Antam Buli hanya produksi untuk supply nikel ke Pomalaa, sebesar 600 rb ton”, lanjutnya.

Dus, saat ini kita berharap hanya dari pembangunan smelter FERO NIKEL oleh FENI HALTIM untuk memutar laju perekonomian setempat. KETUA ASOSIASI TEMBAGA EMAS INDONESIA (ATEI) mengungkapkan, kemampuan bank nasional untuk membiayai smelter masih terbatas. Jadi, FENI HALTIM masih berusaha mencari investor untuk melanjutkan pembangunan smelter. “Calon investor potensial sudah ada”, balasnya via pesan singkat oleh salah satu teman di internal PT FENI HALTIM.

FENI HALTIM
FENI HALTIM

Nah, kemarin di Cafe kedatangan tamu dari Jepang dan Amerika. Menurut informasi orang dalam, dalam beberapa bulan ke depan (sekitar Agustus) akan ada penerimaan 500 orang untuk tenaga kerja pembangunan PLTU. Dan beberapa minggu lagi Engineer dari Jepang mungkin segera datang ke Buli terkait proyek tersebut. Benar atau tidak, kita lihat saja nanti.

So, jangan lewatkan kesempatan mendapatkan berita terbaru seputar perkembangan pabrik nikel dan tambang nikel di Buli, follow this blog for sure. 😀

 

Advertisements