Granerita Silica nama kerennya untuk batu buli yang hari ini akan dipamerkan di gedung putih “Pagelaran Seni Budaya” Buli. Rencana nya hari ini akan dibuka langsung oleh orang nomer 1 di Haltim. Jadi, jangan heran kalo pagi ini lampu PLN masih menyala, ntar dikirain udah 24 jam hidup. Itu mah masih lama atuh… Hmm.. apakah akan terwujud di pemimpin berikutnya? well kita liat nanti… 😀

Batu bacan belakangan ini menjadi fenomena, dibicarakan hampir tiap hari. Bahkan ada yang klaim bisa terjual hingga 1,5 milyar rupiah per bongkahan batu yang beratnya sktr 5 kg dengan warna yg dianggap bernilai tinggi. Bahkan sekarang ini dipercaya bisa menjadi menyembuhkan beberapa penyakit, kalau memakai batu bacan yang lagi “proses” (belum menjadi warna hijau yang merupakan hasil akhir dari proses batu bacan).

Jika anda melihat pedagang batu menjajakan barang dagangannya di rendam dengan air, itu untuk menunjukkan warna batu nya agar kelihatan segar tidak kusam. Sementara untuk membuat batu berkilap, cukup mengasah dengan bambu. Bagian paling seru adalah setiap hari mengamati proses perubahan warna batu bacan yang kadang butuh waktu bertahun-tahun. Ini adalah kesenangan baru para kolektor batu. Bisa berjam-jam hanya mengamati batu dengan modal senter untuk melihat indah nya warna di dalam batu yang dapat tembus oleh cahaya senter.

Nah, Buli pun gak mau kalah menampilkan batu andalannya. Warna nya cantik bahkan ada namanya, Batik, Relaxa, Putih Gading, Teratai dll. “Bahkan ada yang batu yang mempunyai logo antam di dalamnya yang dijual senilai 24 jt rupiah”, sahut Feb.. Menarik bukan? penasaran? hayuk… hari ini telah dibuka pameran batu yang berlangsung dari tanggal 21 s.d 30 Agustus 2014 di Gedung Putih, Buli – Haltim.

 

 

 

 

Advertisements