Buli – Malam minggu (23/8/14) Cafe Latte dipercaya oleh Antam dan FENI Haltim untuk menjamu tamu investor dari Singapore dengan menu seafood seperti ikan tim goropa, kepiting kenari saus “padang”, dan lobster saus tiram (gambarnya menyusul ya….). “Hau Chek! Hau Chek!”, kata itu sering terdengar dari investor singapore selama jamuan makan berlangsung.

Terbesit ide untuk meminta testimoni dari tamu investor yang kemudian direkomendasikan oleh protokol FENI HALTIM, ibu Andini Djody yang belakangan diketahui merupakan anak dari pengusaha dan musikus ternama Setyawan Djody. Saat diminta testimoni, beliau sempat bingung nulis apa, karena menurutnya semua makanan enak… 🙂 Sayang foto nya gak bisa di posting, karena fotographer nya grogi jadi hasil jepretannya kabur.. maklum anak baru :p *mas bey grogi apa demam ya? 😀 hahaha

Ini kali ketiga Cafe Latte ditugaskan untuk menjamu tamu kementerian maupun investor dari Antam Group. Menurut salah satu sumber internal, investor dari singapore ini sedang mempelajari kemungkinan pembangunan pabrik smelter untuk nikel kadar rendah di Buli. Jadi tidak terkait dengan pembangunan smelter FHT. Untuk FHT sendiri investornya adalah Mitsubishi dari Jepang yang kemungkinan dijadwalkan dalam waktu dekat ini akan berkunjung ke lokasi FHT di Tanjung Buli. Dengar-dengar Menteri BUMN juga akan datang pada akhir bulan September ini.

Kita tunggu aja yuk.. di posting selanjutnya. 🙂

 

Advertisements