Search

Buli

…. kata orang, "negeri dollar"

Update Negeri Dollar


Katanya … di Buli akan dibangun Smelter Nikel oleh ANH yang merupakan investasi patungan dari Antam dan investor dari Singapore (?) dan smelter oleh P3FH yang dulu sempat ditangani oleh PT Feni Haltim. Dan… masih ada lagi nih.. di Wayamli akan dibangun smelter jg, sampai sekarang masih kabur. hehe….

Katanya … Bulan Januari 2016 ini ANH segera mulai ground breaking, dan P3FH direncanakan September 2016.

Katanya … selama proses pembangunan smelter, tenaga kerja non skill yang akan direkrut sekitar 400 orang.

Tapi… sampai sekarang belum ada tanda-tanda “kesibukan” yang dinanti oleh masyarakat negeri dollar.

Itu hanya katanya… yang pasti nih.. .tgl 9 Maret 2016, di Buli bakal ramai oleh banyak wisatawan asing yang akan menikmati Gerhana Matahari Total. 🙂

Kabut Asap di Buli


Buli Sekarang

“…Bayi Singkawang meninggal akibat kabut asap, Tribun Pontianak”

“.. Lagi meninggal dunia akibat kabut asap di Palembang, TV Liputan 6”

Dalam 12 Jam terakhir jika anda googling, berita buruk mengenai akibat kabut asap menjadi pemberitaan media masa online maupun televisi. Yang akhirnya menjadi perhatian dunia.

But hey…. gimana dengan Buli???!!! Kita juga tidak ketinggalan ikut meramaikan kabut asap di negeri dollar. Segelintir orang yang memakai cara tercepat untuk membersihkan lahan demi kepentingan dirinya sendiri memberikan kabut asap dengan bau menyengat seperti benda terbakar yang menyelimuti negeri dolar. Ini sudah berlangsung beberapa hari dan kelihatannya tidak ada penanganan yang serius dari pemerintah.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes Tjandra Yoga Aditama berbagi tips untuk melindungi diri dari risiko gangguan kabut asap. Menurutnya, ada delapan hal yang bisa dilakukan. Yakni:

1. Sedapat mungkin Hindari atau kurangi aktivitas di luar rumah/gedung. Terutama bagi mereka yang menderita penyakit jantung dan gangguan pernafasan.

2. Jika terpaksa pergi ke luar rumah/gedung maka sebaiknya menggunakan masker.

3. Minum air putih lebih banyak dan lebih sering 4. Bagi yang telah mempunyai gangguan paru dan jantung sebelumnya, mintalah nasihat kepada dokter untuk perlindungan tambahan sesuai kondisi. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.

5. Selalu lakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Seperti makan bergizi, jangan merokok, istirahat yang cukup dan lain-lain.

6. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah/sekolah/kantor dan ruang tertutup lainnya

7. Penampungan air minum dan makanan harus terlindung baik.

8. Buah-buahan dicuci sebelum dikonsumsi. Bahan makanan dan minuman yang dimasak perlu di masak dengan baik.

————————————————————
Kuharap Tuhan tersenyum meraih tangan mereka,
Berkata, “Tak bisakah kau melihat negeri yang ku titipkan kepada mu?”

Halal Bihalal Bersama Managemen Antam UPBN Malut


Halal Bihalal
 
Nasib apes menimpa PT Aneka Tambang Tbk menjelang Lebaran kemarin. Salah satu bagian dari mesin produksi feronikel yakni transformer furnace-2 di pabrik FeNi II mereka rusak sejak 15 Juli 2015 (sumber: http://industri.kontan.co.id/news/produksi-feronikel-terancam-turun). Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh Deputy General Manager Antam Unit Bisnis Maluku Utara Bapak Bambang Trisilo Cahyo Kusumo, ST saat Halal Bi Halal tgl 14 Agustus 2015 di Aula Antam Buli. Acara tersebut di hadiri oleh Karyawan Antam, Pensiunan, Pemerintah dan Mitra Kerja Antam di Buli.
 
“Dengan rusaknya furnace-2 target produksi dari 1.2 jt ton per tahun akan merosot hingga 1 jt ton per tahun. Hal ini tentu menimbulkan dampak terhadap biaya produksi hingga kami diminta oleh Direktur Utama untuk mengencangkan ikat pinggang. Dengan berat hati kami sampaikan untuk seluruh karyawan, mitra kerja dan pemerintah supaya dapat bahu membahu membantu Antam melewati krisis ini”, kata Deputy General Manager Antam UPBN Unit Bisnis Malut di sambutan Halal Bi Halal.
 
Di saat belum pulih Negeri Dollar dari “kabut asap” ekonomi setelah uu minerba terbit, sekarang terancam penurunan produksi ore nikel kadar tinggi yang akan dikapalkan ke Pomalaa. Yang kalau dipikir lebih jauh, apakah akan berimbas terhadap efisiensi tenaga kerja?
 
Miris melihat kondisi Buli “Negeri Dollar” saat ini. Pelaku usaha mencoba bertahan namun ada juga yang telah meninggalkan Buli. Hanya segelintir pengusaha yang mencoba menggantungkan harapan di kran pemerintah dan Antam.
 
Sementara itu perkembangan pembangunan smelter masih belum ada kepastian kapan mulai nya proyek ini. PT FENI Haltim saat ini hanya melakukan pekerjaan lingkungan dan penghijauan. Sementara AHN yang rencana membangun smelter skala kecil juga masih menunggu persetujuan AMDAL dari pemerintah setempat.
 
Let’s wait and see
 

HUT Antam ke-47


“…mohon Pak Irfan (Direktur PT FENI HALTIM) bersabar hingga Oktober 2015 minggu kedua. Karena dana akan dicair di periode tersebut”, kata Direktur Keuangan PT Antam Tbk di sela-sela menyampaikan pidato dari Direktur Utama PT Antam kepada seluruh insan Antam Unit Maluku Utara di Buli.
Hal ini terkait dengan kelanjutan pembangunan smelter PT FENI di Buli yang sempat slow down belakangan ini. Semoga dengan bantuan dana dari pemerintah bisa membuat roda ekonomi setempat bisa normal kembali dalam waktu dekat ini. Pengangguran bisa berkurang dan memberi peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Sementara itu mengenai pembangunan smelter mini oleh ANH akan segera di bangun mulai bulan Oktober menurut informasi dari orang dekat.
Yuk kita tunggu saja kabar selanjutnya.
 

Hari Kedua, Pemadaman oleh PLN.


“Mohon maaf atas pemadaman listrik yang sementara terjadi akibat kerusakan salah satu modul MC. Untuk alat/modul mesin yang rusak sementara sudah ditanggulangi dan dipesan oleh PLN Ternate. Paling cepat 1 minggu sudah normal kembali. Demikian informasi yang kami sampaikan. Mohon pengertian dan kerjasamanya. Terima kasih”, info dari Kepala Unit PLN Buli melalui pesan singkat.

Sungguh ironis melihat kondisi Halmahera Timur, negeri dengan sumber daya alam yang banyak. PLN masih belum bisa menerangi haltim 24 jam. Tanya kenapa?

———————————-
“selamat menikmati sepi nya malam di Buli, Negeri Dollar.”

Update: Hasil Terapi Infus


Pengen nya bercerita banyak mengenai perkembangan Buli akhir-akhir ini, tapi sayangnya saya harus mengurungkan niat, karena sementara ini hanya jalan di tempat. 😦

So, lets talk about terapi infus di Dr. Frans Santosa, setelah mertua mengikuti terapi 30 Juni 2014 s.d thn 2015 ini hasilnya stagnan. Dana nya yang sudah dihabiskan termasuk akomodasi, transport dan pengobatan sudah 200 jt lbh.

Continue reading “Update: Hasil Terapi Infus”

BIAPONG KAWANGKOAN


Kecamatan Kawangkoan terkenal karena objek-objek wisatanya yaitu Bukit Kasih Kanonang, Gua Jepang yang terletak di Kiawa dan Sendangan, pemandian air panas Kinali, air terjun di Kiawa dan Kayuuwi, Bukit Kasih yang memiliki 5 rumah ibadah di puncak bukit dan kl 1000 anak tangga untuk menuju ke sana yang terletak di Kanonang dan pemandangan argowisata yang tersebar di beberapa desa.

Sewaktu memasuki daerah pusat kecamatan Kawangkoan terdapat Patung Kacang. Hal ini tidak mengherankan karena daerah ini adalah penghasil kacang se-Sulawesi Utara, kacang yang dihasilkan pun unik karena sebuah kacang dapat berisi antara 4-7 kacang. (Sumber Wikipedia)

Nah, salah satu kuliner rumah kopi yang sangat terkenal di sana adalah Rumah Kopi Gembira yang mempopulerkan biapong kawangkoan ditemani segelas kopi. Biapong atau bakpao ini diisi dengan daging babi dan telur. Rahasianya menurut sumber dekat, daging babi yang diisi masih mentah, jadi saat kukus daging babi ikutan matang bersamaan dengan roti biapong. Dengan begini minyak yang keluar daging itu menambah aroma rasa yang khas. Merekatkan isinya. Biapong ini disajikan hangat, ditemani sambal sangat enak untuk diseruput dengan kopi susu hangat. Maknyuss….

Kedai kopi Gembira ini sudah ada sejak tahun 1946. Usaha ini dikelola secara turun temurun dan sekarang sudah buka cabang di Kelapa Gading. Alamatnya di Jl. Kelapa Kopyor Raya Blok M-1/10, Kelapa Gading, Jakarta.

 

RM TINOOR – TOMOHON


View Kota Manado dari RM TINOOR
Jalan-jalan di Manado kalo belum mencicipi kuliner lokal setempat rasanya kurang sreg. Nah, pas banget setelah menghadiri acara wedding bro Bey dan Eva di Bitung, keesokan hari nya pergi ke Taman Bunga, Tomohon. Mampir sebentar makan siang di RM Tinoor yang menurut orang masakannya lumayan enak.
Di resto ini makanan disajikan seperti di rumah makan padang, tapi semua yang disajikan udah dianggap sepaket. Jadi makan sedikit pun harganya tetap sama (Tips: habisin aja semua yang disajikan, kalo gak rugi karena tetap dibayar penuh).
 
Makanan yang tersedia ada babi kecap, rw (daging anjing), babi utang di fufu, ayam goreng, ayam pedas, dll. Biasanya di tempat seperti ini disediakan saguer (arak lokal). Tapi ditempat ini gak ada. Secara keseluruhan cita rasa makanan lumayan. Yang enak hanya ayam goreng dan sate babi nya. Sayangnya daging babi nya alot.
 
Berikut saya lebih prefer makan di Heng Mien, jaraknya tidak begitu jauh dari tempat ini. Sekitar 3 menit dari RM Tinoor. 🙂
 

Batu Bacan dan Obi


Batu Bacan & Obi
Keterangan:
Gambar 1 Batu bacan belum dibentuk harga kisaran dari 1.5 jt s.d 50 jt
Gambar 2 Liontin batu bacan harga mulai 1.5 jt s.d 15 jt
Gambar 3 Batu bacan dan Obi yang udah dibentuk harga mulai dari 750 rb s.d 2 jt
Gambar 4 Batu bacan Cincin harga mulai 4 jt s.d 6.5 jt
*untuk gambar yang lebih jelas sesuai budget anda please contact me :
bbm 7CB6CD40
add line : gleinsitto
 

Blog at WordPress.com.

Up ↑